![]() |
| Ketua Takmir dalam aktivitas yang lain selaku Ketua Persaudaraan Haji Purna Telkom dalam sebuah acara pengajian di Telkom Johar Semarang Ahad Tgl 18 Jan 2015. |
Masjid Jamik NU Al-Amanah yang berlokasi di Jl Jomblang Barat I Kel. Candi Kec. Candisari Semarang adalah salah satu Masjid bersejarah yang dimiliki masyarakat Semarang. NU Kota Semarang dideklarasikan tanggal 24 April 1926 oleh KH Ridwan Mujahid di Alun2 depan Masjid Kauman. Masjid Al Amanah ini dibangun para ulama NU Sept 1933 dan selesai Des 1933 sebagaimana data yang tertera pada prasasti di dinding depan Masjid. Pada awalnya Masjid ini juga menjadi Sekretariat NU kota Semarang.
Bismillahirrohmanirrohiim
Senin, 19 Januari 2015
Aktivitas Yang Lain
Jumat, 09 Januari 2015
Nikmatnya Sholat
Setiap anggota badan
memiliki momentum untuk merasakan kenikmatan. Nikmatnya lidah adalah saat makanan
lezat dimasukkan ke mulut. Nikmatnya mata ketika dapat sempurna membedakan
warna dan memandang indahnya alam.
Nikmatnya hati adalah saat ia berhasil melihat Tuhan. Kata Nabi itulah ihsan yaitu seakan-akan kita melihat Allah SWT bila tidak mampu kita merasakan dilihat Allah. Ini merupakan kenikmatan tertinggi bagi manusia.
Kondisi seperti ini dapat diraih seorang mukmin tatkala shalat. Hadirnya hati dalam setiap kalimat yang diucapkan seorang yang shalat merupakan kunci utamanya. Ia betul-betul merasakan sedang dialog dengan sang Pencipta.
Itulah jenis shalat yang berkualitas sehingga Allah SWT menjanjikan pemenuhan segala yang diminta orang yang shalat itu.
Nikmatnya hati adalah saat ia berhasil melihat Tuhan. Kata Nabi itulah ihsan yaitu seakan-akan kita melihat Allah SWT bila tidak mampu kita merasakan dilihat Allah. Ini merupakan kenikmatan tertinggi bagi manusia.
Kondisi seperti ini dapat diraih seorang mukmin tatkala shalat. Hadirnya hati dalam setiap kalimat yang diucapkan seorang yang shalat merupakan kunci utamanya. Ia betul-betul merasakan sedang dialog dengan sang Pencipta.
Itulah jenis shalat yang berkualitas sehingga Allah SWT menjanjikan pemenuhan segala yang diminta orang yang shalat itu.
Seperti sabda Nabi
SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah,’’ Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah
bersabda, “Allah berfirman. Aku bagi shalat itu menjadi dua bagian satu
untuk-Ku dan satu bagian untuk hamba-Ku. Bila hamba-Ku mengucapkan Alhamdu
lillahi rabbil Alamin. Allah berfirman “Hambaku telah memujiku”.Jika hamba-Ku
membaca Arrahmanirrahim. Allah berfirman “Hambaku telah mengagungkan Aku”.Jika
hambaku membaca Maliki Yaumi Al Din. Allah menimpali “Hambaku telah memuliakan
Aku”. Dan sekali lagi Allah berfirman “Hambaku memberi kuasa penuh kepadaku”.
Merasakan dialog dengan Allah. Itulah perasaan yang dapat dinikmati orang yang khusyuk shalatnya. Saking asyiknya bercengkerama dengan sang Khaliq ia tidak merasakan sakit tatkala sebuah anak panah yang menancap di kakinya dicabut.
Begitulah yang dirasakan Ali bin Abi Thalib. Alkisah dalam sebuah peperangan menantu Rasulullah itu terkena panah. Lalu ia meminta tolong kepada kawannya agar panah tersebut dicabut saat dirinya sedang shalat.
Walaupun darah mengucur Ali tidak mengerang kesakitan sebab hatinya sedang melihat Tuhan. Yang dialami Urwan bin Zubeir lebih dahsyat lagi. Kakinya harus diamputasi dengan gergaji tanpa obat bius.
Sahabat ini menyiasatinya dengan mengambil air wudhu dan bermunajat kepada Allah. Di tengah-tengah shalatnya itulah tim kesehatan menggergaji kakinya. Atas karunia Allah ia pingsan beberapa jam dan setelah operasi selesai baru siuman.
Orang-orang saleh menikmati shalat dengan menangis. Ketika hati dapat meresapi doa yang dipanjatkan dalam shalat maka itulah asyiknya bermunajat kepada Allah. Begitupun saat bacaan Alquran yang dilantunkan menyayat hati.
Dari Ibnu Abas berkata aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua mata yang tidak akan dijilat api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah.’’ (HR Tirmizi)
Menangis karena sedih itu biasa tetapi menangis karena takut siksaan Allah, luar biasa. Efeknyapun sangat berbeda. Orang yang kebanyakan menangis karena sedih membuatnya tidak selera makan sakit maag kambuh dada sesak dan kepala pusing.
Menangis karena bermunajat kepada Allah justru membawa kesegaran luar biasa. Sebab orang yang dapat mengucurkan air mata ketika shalat telah menyerahkan semua urusan hidupnya kepada sang pengurai masalah yaitu Allah.
Maka hatinyapun menjadi riang karena tawakal. Hati yang seperti itu membawa energi yang sangat kuat. Karena itu bila ia seorang pedagang tidak akan menyerah walaupun bangkrut. Bila ia aktivis tidak akan gentar, dan bila ia pejuang tidak takut kematian.
Merasakan dialog dengan Allah. Itulah perasaan yang dapat dinikmati orang yang khusyuk shalatnya. Saking asyiknya bercengkerama dengan sang Khaliq ia tidak merasakan sakit tatkala sebuah anak panah yang menancap di kakinya dicabut.
Begitulah yang dirasakan Ali bin Abi Thalib. Alkisah dalam sebuah peperangan menantu Rasulullah itu terkena panah. Lalu ia meminta tolong kepada kawannya agar panah tersebut dicabut saat dirinya sedang shalat.
Walaupun darah mengucur Ali tidak mengerang kesakitan sebab hatinya sedang melihat Tuhan. Yang dialami Urwan bin Zubeir lebih dahsyat lagi. Kakinya harus diamputasi dengan gergaji tanpa obat bius.
Sahabat ini menyiasatinya dengan mengambil air wudhu dan bermunajat kepada Allah. Di tengah-tengah shalatnya itulah tim kesehatan menggergaji kakinya. Atas karunia Allah ia pingsan beberapa jam dan setelah operasi selesai baru siuman.
Orang-orang saleh menikmati shalat dengan menangis. Ketika hati dapat meresapi doa yang dipanjatkan dalam shalat maka itulah asyiknya bermunajat kepada Allah. Begitupun saat bacaan Alquran yang dilantunkan menyayat hati.
Dari Ibnu Abas berkata aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua mata yang tidak akan dijilat api neraka yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah.’’ (HR Tirmizi)
Menangis karena sedih itu biasa tetapi menangis karena takut siksaan Allah, luar biasa. Efeknyapun sangat berbeda. Orang yang kebanyakan menangis karena sedih membuatnya tidak selera makan sakit maag kambuh dada sesak dan kepala pusing.
Menangis karena bermunajat kepada Allah justru membawa kesegaran luar biasa. Sebab orang yang dapat mengucurkan air mata ketika shalat telah menyerahkan semua urusan hidupnya kepada sang pengurai masalah yaitu Allah.
Maka hatinyapun menjadi riang karena tawakal. Hati yang seperti itu membawa energi yang sangat kuat. Karena itu bila ia seorang pedagang tidak akan menyerah walaupun bangkrut. Bila ia aktivis tidak akan gentar, dan bila ia pejuang tidak takut kematian.
***
Selasa, 06 Januari 2015
Minggu, 04 Januari 2015
Semarak Maulid 12 Rabiul Awal 1436H
Semarak peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW malam 12 Rabiul Awal 1436 H bertepatan dengan tanggal 2 Januari 2015. Allahumma Sholli Wassallim Wabarik Ala Sayyidina Muhammad.
***
Jumat, 02 Januari 2015
Barzanji Maulidan 12 Malam Berturut-Turut
Bergairah membaca Barzanji dan Shalawat Nabi ba'da Isya selama 12 malam di bulan Rabiul Awal 1436H. Jamaah Masjid Jamik Al Amanah dan santri TPQ dengan riang gembira melantunkan puji-pujian kepada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Barakallah.
Langganan:
Komentar (Atom)






