Kali ini Kyai
bercerita tentang korelasi antara Masjid karomah dan jamaah fathonah.
Hubungannya sangat kuat bahkan saling terkait karena rumah Allah diseluruh
jagad raya ini adalah tempat yang paling suci dan mulia sebagai ruang untuk
menumpahkan fikroh dan ghiroh dalam selendang ibadah berjamaah. Masjid Allah
adalah definisi tentang dimensi kehadiran Allah untuk menyaksikan parade ibadah
hambanya dalam serangkaian kegiatan hablumminallah dan hablumminannas. Maka
membaguskan Masjid, mengembangbesarkan syiar dakwah ahlu sunnah wal jamaah dan
ilmu agama di Masjid Allah adalah bagian dari sikap amanah, istiqomah dari
jamaah fathonah hamba Allah rohimakumullah.
Sang Kyai
melanjutkan, maka dalam perjalanan muhasabah bisa kita saksikan sebagai ibrah
bagaimana gambaran kualitas orang atau sekelompok orang yang menjadikan Masjid
sebagai sumber fitnah karena ketidakmampuannya mencerna hakekat Masjid karomah.
Sejarah Masjid besar dan riwayat perjalanannya yang selalu dikawal malaikat
Allah adalah gambaran keseharian komunitas jamaah yang ada disekitarnya. Masjid yang bagus, megah dan syiar dakwahnya
menggelora adalah gambaran kualitas ketakmiran dan jamaah fathonah yang
memakmurkannya.
Demikian juga
dengan Masjid Allah yang dibangun dengan semangat kebangkitan Ulama kemudian
disia-siakan, wakafnya di klaim sebagai miliknya lalu ditempati turun menurun
tanpa merasa dosa. Masjidnya ditelantarkan, diabaikan bahkan dijadikan tempat
perbuatan kemusyrikan sungguh merupakan perbuatan kezaliman yang paling hina
karena telah menghina rumah Allah yang menjunjung nilai-nilai Tauhid. Termasuk
juga didalamnya yang masuk kategori penzaliman adalah dengan memanipulasi infaq
sedekah, zakat dari jamaah dan muzakki. Lho kok bisa Yai.
Iya semua itu
bisa terjadi karena kurang memahami kaedah agama, tidak bergegas belajar agama
padahal ada Masjid karomah dihadapannya. Sudah kurang pengetahuan agama wawasan
kebangsaannya pun cuma sejengkal, kualitas pendidikan minim. Ketika dipercaya
mengelola, lalu ribut sendiri, buat faksi sendiri dan jualan fitnah untuk
menjatuhkan lawannya yang juga sesama takmir. Tidak mampu mengelola, lalu ada
orang yang mampu mengelola karena ghiroh amanah dan fathonah lalu merasa iri,
dengki dan kemaki. Kemudian ada yang mengaku-aku Kyai lalu ikut memakmurkan
Masjid katanya padahal dia pun ikut menggelapkan dana Muzakki. Begitu terbuka kedoknya lalu tak
muncul-muncul lagi di Masjid. Lucunya masih berlagak jualan doa baca yasin
tahlil di komunitas yang itu-itu juga dan hanya laku di jualan di halte itu saja.
Sang Kyai lalu
melanjutkan, aura karomah sebuah Masjid adalah kombinasi rentang perjalanan
waktu yang panjang bersama sujud jamaah, lantunan doa, sholawat dan zikir dari
jamaah yang fathonah lintas generasi. Mengalir membasahi jalinan ibadah yang
berkumandang terus menerus siang malam tanpa henti. Jadilah aliran doa dan ibadah
tadi sebagai jalan tol sampai ke haribaan Allah azza wajalla dan diijabahNya.
Inilah cahaya karomah. Melayani rumah Allah yang penuh karomah adalah jalan
jihad yang terhormat, tentu dengan tekad amanah yang kuat. Insya Allah harkat dan martabat kita diangkat
Allah ke tempat yang terhormat.
Sosok-sosok
kefasikan, kemunafikan apalagi kemusyrikan jelas tidak mendapat tempat di
Masjid Allah yang penuh karomah. Wilayah yuridiksi mereka adalah peran
antagonis yang hanya bisa melantunkan rangkaian lagu fitnah wal jamaah di
komunitasnya dan menjadi catatan hitam para malaikat penjaga rumah Allah.
Terusir dari koordinat dan nilai karomah Masjid adalah sebuah jeritan hati yang
miskin aqidah bathin karena tak mampu menampakkan sosok diri di wilayah
teritori rumah Allah yang penuh barokah. Sementara para jamaah fathonah mampu
menganalisis nilai-nilai barokah rumah Allah dengan kejernihan fikroh, ghiroh
dan harokah berlapis aqidah bening.
Nah pemahaman
ini adalah gambaran dari sebuah jalan cerita ibrah, riyadah, muhasabah dan
mujahadah bagi jamaah yang fathonah tentunya, kata sang Kyai sambil tersenyum
memandangi santri-santrinya yang tekun mendengarkan tausiyahnya. Masjid karomah
yang dibaguskembangkan syiar dakwah ahlu sunnah wal jamaahnya bersama bangunannya adalah silaturahim ibadah terindah
bagi insan fathonah yang kuat landasan aqidahnya, kuat karakter fikroh dan
ghirohnya untuk selalu berjihad memakmurkan rumah Allah. Nanti kita lanjut lagi karena malam sudah
larut.
***
