Bismillahirrohmanirrohiim

Bismillahirrohmanirrohiim

Kamis, 26 April 2018

Cerita Kyai (Serial)


Kali ini Kyai bercerita tentang korelasi antara Masjid karomah dan jamaah fathonah. Hubungannya sangat kuat bahkan saling terkait karena rumah Allah diseluruh jagad raya ini adalah tempat yang paling suci dan mulia sebagai ruang untuk menumpahkan fikroh dan ghiroh dalam selendang ibadah berjamaah. Masjid Allah adalah definisi tentang dimensi kehadiran Allah untuk menyaksikan parade ibadah hambanya dalam serangkaian kegiatan hablumminallah dan hablumminannas. Maka membaguskan Masjid, mengembangbesarkan syiar dakwah ahlu sunnah wal jamaah dan ilmu agama di Masjid Allah adalah bagian dari sikap amanah, istiqomah dari jamaah fathonah hamba Allah rohimakumullah.

Sang Kyai melanjutkan, maka dalam perjalanan muhasabah bisa kita saksikan sebagai ibrah bagaimana gambaran kualitas orang atau sekelompok orang yang menjadikan Masjid sebagai sumber fitnah karena ketidakmampuannya mencerna hakekat Masjid karomah. Sejarah Masjid besar dan riwayat perjalanannya yang selalu dikawal malaikat Allah adalah gambaran keseharian komunitas jamaah yang ada disekitarnya.  Masjid yang bagus, megah dan syiar dakwahnya menggelora adalah gambaran kualitas ketakmiran dan jamaah fathonah yang memakmurkannya.

Demikian juga dengan Masjid Allah yang dibangun dengan semangat kebangkitan Ulama kemudian disia-siakan, wakafnya di klaim sebagai miliknya lalu ditempati turun menurun tanpa merasa dosa. Masjidnya ditelantarkan, diabaikan bahkan dijadikan tempat perbuatan kemusyrikan sungguh merupakan perbuatan kezaliman yang paling hina karena telah menghina rumah Allah yang menjunjung nilai-nilai Tauhid. Termasuk juga didalamnya yang masuk kategori penzaliman adalah dengan memanipulasi infaq sedekah, zakat dari jamaah dan muzakki. Lho kok bisa Yai.

Iya semua itu bisa terjadi karena kurang memahami kaedah agama, tidak bergegas belajar agama padahal ada Masjid karomah dihadapannya. Sudah kurang pengetahuan agama wawasan kebangsaannya pun cuma sejengkal, kualitas pendidikan minim. Ketika dipercaya mengelola, lalu ribut sendiri, buat faksi sendiri dan jualan fitnah untuk menjatuhkan lawannya yang juga sesama takmir. Tidak mampu mengelola, lalu ada orang yang mampu mengelola karena ghiroh amanah dan fathonah lalu merasa iri, dengki dan kemaki. Kemudian ada yang mengaku-aku Kyai lalu ikut memakmurkan Masjid katanya padahal dia pun ikut menggelapkan dana Muzakki.  Begitu terbuka kedoknya lalu tak muncul-muncul lagi di Masjid. Lucunya masih berlagak jualan doa baca yasin tahlil di komunitas yang itu-itu juga dan hanya laku di jualan di halte itu saja.

Sang Kyai lalu melanjutkan, aura karomah sebuah Masjid adalah kombinasi rentang perjalanan waktu yang panjang bersama sujud jamaah, lantunan doa, sholawat dan zikir dari jamaah yang fathonah lintas generasi. Mengalir membasahi jalinan ibadah yang berkumandang terus menerus siang malam tanpa henti. Jadilah aliran doa dan ibadah tadi sebagai jalan tol sampai ke haribaan Allah azza wajalla dan diijabahNya. Inilah cahaya karomah. Melayani rumah Allah yang penuh karomah adalah jalan jihad yang terhormat, tentu dengan tekad amanah yang kuat.  Insya Allah harkat dan martabat kita diangkat Allah ke tempat yang terhormat.

Sosok-sosok kefasikan, kemunafikan apalagi kemusyrikan jelas tidak mendapat tempat di Masjid Allah yang penuh karomah. Wilayah yuridiksi mereka adalah peran antagonis yang hanya bisa melantunkan rangkaian lagu fitnah wal jamaah di komunitasnya dan menjadi catatan hitam para malaikat penjaga rumah Allah. Terusir dari koordinat dan nilai karomah Masjid adalah sebuah jeritan hati yang miskin aqidah bathin karena tak mampu menampakkan sosok diri di wilayah teritori rumah Allah yang penuh barokah. Sementara para jamaah fathonah mampu menganalisis nilai-nilai barokah rumah Allah dengan kejernihan fikroh, ghiroh dan harokah berlapis aqidah bening.

Nah pemahaman ini adalah gambaran dari sebuah jalan cerita ibrah, riyadah, muhasabah dan mujahadah bagi jamaah yang fathonah tentunya, kata sang Kyai sambil tersenyum memandangi santri-santrinya yang tekun mendengarkan tausiyahnya. Masjid karomah yang dibaguskembangkan syiar dakwah ahlu sunnah wal jamaahnya bersama  bangunannya adalah silaturahim ibadah terindah bagi insan fathonah yang kuat landasan aqidahnya, kuat karakter fikroh dan ghirohnya untuk selalu berjihad memakmurkan rumah Allah.  Nanti kita lanjut lagi karena malam sudah larut.
***

Kamis, 19 April 2018

Menelusuri Jejak Sejarah Masjid


Saat ini sedang dilakukan penulisan jejak sejarah Masjid Jami' Al Amanah. Tim penulis yang berkoordinasi dengan Ketua PC NU dan LTM PC NU kota Semarang sudah mewawancarai beberapa saksi sejarah sembari menelusuri kembali dokumen-dokumen yang terkait dengan Masjid milik organsasi NU kota Semarang ini. Termasuk asset wakaf tanah yang ditelusuri karena disinyalir dipakai oleh orang lain secara turun temurun. Kita merencanakan menerbitkan sebuah buku sejarah Masjid agar bisa menjadi saksi sejarah kebenaran bagi anak cucu kita dan menjadikan Masjid ini sebagai cagar budaya dan bangunan bersejarah yang punya nilai karomah luar biasa. Insya Allah.

***