Bismillahirrohmanirrohiim

Bismillahirrohmanirrohiim

Senin, 21 Mei 2018

Ramadhan, Riyadah Insan Amanah dan Istiqomah



Marhaban Ya Ramadhan 1439 Hijriyah, kado rahmah Allah berkunjung ke rumah amaliyah jamaah sebagai riyadah insan amanah dan istiqomah menuju nilai fathonah dengan maghfiroh Allah, InsyaAllah menggapai lembaran fitrah. Ramadhan untuk hamba Allah yang amanah yang senantiasa bermuhasabah agar jalan hidupnya barokah karena kasih sayang Allah dan dalam pelukan rohimakumullah.

Sungguh sebuah anugerah Yang Maha Rahmah pada ummat Rasulullah yang istiqomah pecinta ahlu sunnah wal jamaah. Yang menjalankan perintah Allah dan Rasulullah agar mendapatkan kelas iman bermarwah sebagaimana dalam firman ayat 183-185 Al Baqarah. Subhanallah, walhamdulillah wala ilaha ilallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illabillah.

Ramadhan fathonah adalah cara Allah untuk menjadikan hamba-hamba Allah berupaya untuk selalu berada dalam kehormatan marwah. Puasa adalah riyadah, madrasah, sekolah untuk insan amanah dan istiqomah, bukan untuk manusia amarah dan penjual fitnah. Topeng wajah penjual fitnah hanya laku di pasarnya sendiri, pasar komunitas jahiliyah, dan tidak ada dalam shof jamaah Al Amanah. Puasa adalah jalan utama untuk mendapat maghfiroh dengan kurikulum Rasulullah: siddiq, tabligh, amanah dan fathonah.

Segala puji bagi Allah pemilik rahmah pemilik maghfiroh yang memberi kesempatan pada hamba Allah setiap tahun hijriyah, berkhidmah, berhujjah, bermuhasabah di Ramadhan barokah untuk kembali menggapai lembaran fitrah. Masya Allah, izinkanlah hamba wahai Allah untuk mendapatkan sertifikat fitrah di catatan amal ibadah. Izinkan hamba memeluk Ramadhan barokah.

Ikhwah Fillah yang dirahmati Allah jadilah pribadi yang cinta ibadah, saling menguatkan ukhuwah dalam jamaah Masjid Al Amanah, barokah merekah untuk mencapai nilai ukhuwah.  Melantunkan kalimat Allah, zikrullah, di bulan suci Ramadhan syahru tilawah, syahru rahmah, syahrul muwasah di rumah Allah yang penuh dengan karomah. Bukankah kami menginginkan jannah wahai Allah, kami tidak ingin hawiyah, kami tidak ingin hutamah wahai Allah.  Maka peluklah kami dalam pelukan hangat ridho dan maghfiroh. Subhanallah.

Inilah madrasah riyadah muhasabah yang diberikan Allah kepada hamba Allah yang memperjuangkan fastabikhul khoirot menuju husnul khotimah untuk mendapat ijazah jannah. Dijamu Allah, dikasihi Allah, dipeluk Allah disaksikan Rasulullah dan Malaikat Allah. Semua tersenyum ramah di ranah syurganya Allah.  Duhai betapa indahnya jannah. Hanya bermadrasah di Ramadhan barokah, beribadah suci kepada Allah dan berakhakul karimah karena  ditunjuk sebagai khalifah. Ujiannya adalah sabar karena Allah, ujiannya adalah menahan amarah karena Allah, nilainya adalah mardiyah di mata Allah.

Semoga amaliyah ramadhan kita diijabah, doa kita diijabah Allah, perjalanan rumah tangga kita sakinah mawaddah warohmah. Allah suka pada hamba yang fathonah karena fathonah adalah hasil dari proses ibadah yang istiqomah dan perilaku akhlak yang amanah. Allah suka pada orang-orang yang amanah karena amanah adalah persyaratan rohimakumullah dan jalan menuju jannah. Masjid penuh karomah untuk jamaah fathonah. Barakallah, jazakallah, marhaban ya syahru rahmah, bulan yang penuh rahmah.
****
Semarang, 16 Mei 2018

Jadwal Tarawih

Jadwal Imam Sholat Isya, Tarawih dan Witir Ramadhan 1439 H
Masjid Jamik NU Al Amanah Jl Jomblang Barat I Semarang
Malam  Tanggal Hari Nama Imam Kultum & Doa Muazin/Bilal
           
1 16 Mei 2018 Rabu Ust Waryono Kultum Idham Cholis
2 17 Mei 2018 Kamis Ust Ali Suharto SAg Kultum Sugiyono
3 18 Mei 2018 Jumat Ust Luqman Wahid SpdI Kultum Idham Cholis
4 19 Mei 2018 Sabtu KH Hardi Thohir SAg Kultum Sugiyono
5 20 Mei 2018 Ahad Kyai Solikhin SQ Kultum Idham Cholis
6 21 Mei 2018 Senin KH Abd Khobir Kultum Sugiyono
7 22 Mei 2018 Selasa KH Muhammad Fakhruddin Kultum Idham Cholis
8 23 Mei 2018 Rabu Ust Waryono Kultum Sugiyono
9 24 Mei 2018 Kamis Ust Muhammad Iliyyin Ilham Kultum Idham Cholis
10 25 Mei 2018 Jumat KH Ahmad Thohir Naim Kultum Sugiyono
11 26 Mei 2018 Sabtu Kyai Solikhin SQ Kultum Idham Cholis
12 27 Mei 2018 Ahad Kyai Solikhin SAg Kultum Sugiyono
13 28 Mei 2018 Senin Ust Waryono Kultum Idham Cholis
14 29 Mei 2018 Selasa KH Muhammad Fakhruddin Kultum Sugiyono
15 30 Mei 2018 Rabu Ust Muhammad Ali Faza Kultum Idham Cholis
16 31 Mei 2018 Kamis KH   Abd Khobir Kultum Sugiyono
17 01 Juni 2018 Jumat Ust Luqman Wahid SpdI Kultum Idham Cholis
18 02 Juni 2018 Sabtu Kyai Solikhin SQ Kultum Sugiyono
19 03 Juni 2018 Ahad Kyai Solikhin SAg Kultum Idham Cholis
20 04 Juni 2018 Senin KH Ahmad Thohir Naim Kultum Sugiyono
21 05 Juni 2018 Selasa KH Muhammad Fakhruddin Kultum Idham Cholis
22 06 Juni 2018 Rabu Ust Muhammad Ali Faza Kultum Sugiyono
23 07 Juni 2018 Kamis Ust Waryono Kultum Idham Cholis
24 08 Juni 2018 Jumat Ust Ali Suharto SAg Kultum Sugiyono
25 09 Juni 2018 Sabtu KH Hardi Thohir SAg Kultum Idham Cholis
26 10 Juni 2018 Ahad Kyai Solikhin SAg Kultum Sugiyono
27 11 Juni 2018 Senin Ust Waryono Kultum Idham Cholis
28 12 Juni 2018 Selasa KH Muhammad Fakhruddin Kultum Sugiyono
29 13 Juni 2018 Rabu KH Ahmad Thohir Naim Kultum Idham Cholis
           
           
Catatan : Semarang,     12 Mei 2018
Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat Ketua Takmir Masjid

Kamis, 26 April 2018

Cerita Kyai (Serial)


Kali ini Kyai bercerita tentang korelasi antara Masjid karomah dan jamaah fathonah. Hubungannya sangat kuat bahkan saling terkait karena rumah Allah diseluruh jagad raya ini adalah tempat yang paling suci dan mulia sebagai ruang untuk menumpahkan fikroh dan ghiroh dalam selendang ibadah berjamaah. Masjid Allah adalah definisi tentang dimensi kehadiran Allah untuk menyaksikan parade ibadah hambanya dalam serangkaian kegiatan hablumminallah dan hablumminannas. Maka membaguskan Masjid, mengembangbesarkan syiar dakwah ahlu sunnah wal jamaah dan ilmu agama di Masjid Allah adalah bagian dari sikap amanah, istiqomah dari jamaah fathonah hamba Allah rohimakumullah.

Sang Kyai melanjutkan, maka dalam perjalanan muhasabah bisa kita saksikan sebagai ibrah bagaimana gambaran kualitas orang atau sekelompok orang yang menjadikan Masjid sebagai sumber fitnah karena ketidakmampuannya mencerna hakekat Masjid karomah. Sejarah Masjid besar dan riwayat perjalanannya yang selalu dikawal malaikat Allah adalah gambaran keseharian komunitas jamaah yang ada disekitarnya.  Masjid yang bagus, megah dan syiar dakwahnya menggelora adalah gambaran kualitas ketakmiran dan jamaah fathonah yang memakmurkannya.

Demikian juga dengan Masjid Allah yang dibangun dengan semangat kebangkitan Ulama kemudian disia-siakan, wakafnya di klaim sebagai miliknya lalu ditempati turun menurun tanpa merasa dosa. Masjidnya ditelantarkan, diabaikan bahkan dijadikan tempat perbuatan kemusyrikan sungguh merupakan perbuatan kezaliman yang paling hina karena telah menghina rumah Allah yang menjunjung nilai-nilai Tauhid. Termasuk juga didalamnya yang masuk kategori penzaliman adalah dengan memanipulasi infaq sedekah, zakat dari jamaah dan muzakki. Lho kok bisa Yai.

Iya semua itu bisa terjadi karena kurang memahami kaedah agama, tidak bergegas belajar agama padahal ada Masjid karomah dihadapannya. Sudah kurang pengetahuan agama wawasan kebangsaannya pun cuma sejengkal, kualitas pendidikan minim. Ketika dipercaya mengelola, lalu ribut sendiri, buat faksi sendiri dan jualan fitnah untuk menjatuhkan lawannya yang juga sesama takmir. Tidak mampu mengelola, lalu ada orang yang mampu mengelola karena ghiroh amanah dan fathonah lalu merasa iri, dengki dan kemaki. Kemudian ada yang mengaku-aku Kyai lalu ikut memakmurkan Masjid katanya padahal dia pun ikut menggelapkan dana Muzakki.  Begitu terbuka kedoknya lalu tak muncul-muncul lagi di Masjid. Lucunya masih berlagak jualan doa baca yasin tahlil di komunitas yang itu-itu juga dan hanya laku di jualan di halte itu saja.

Sang Kyai lalu melanjutkan, aura karomah sebuah Masjid adalah kombinasi rentang perjalanan waktu yang panjang bersama sujud jamaah, lantunan doa, sholawat dan zikir dari jamaah yang fathonah lintas generasi. Mengalir membasahi jalinan ibadah yang berkumandang terus menerus siang malam tanpa henti. Jadilah aliran doa dan ibadah tadi sebagai jalan tol sampai ke haribaan Allah azza wajalla dan diijabahNya. Inilah cahaya karomah. Melayani rumah Allah yang penuh karomah adalah jalan jihad yang terhormat, tentu dengan tekad amanah yang kuat.  Insya Allah harkat dan martabat kita diangkat Allah ke tempat yang terhormat.

Sosok-sosok kefasikan, kemunafikan apalagi kemusyrikan jelas tidak mendapat tempat di Masjid Allah yang penuh karomah. Wilayah yuridiksi mereka adalah peran antagonis yang hanya bisa melantunkan rangkaian lagu fitnah wal jamaah di komunitasnya dan menjadi catatan hitam para malaikat penjaga rumah Allah. Terusir dari koordinat dan nilai karomah Masjid adalah sebuah jeritan hati yang miskin aqidah bathin karena tak mampu menampakkan sosok diri di wilayah teritori rumah Allah yang penuh barokah. Sementara para jamaah fathonah mampu menganalisis nilai-nilai barokah rumah Allah dengan kejernihan fikroh, ghiroh dan harokah berlapis aqidah bening.

Nah pemahaman ini adalah gambaran dari sebuah jalan cerita ibrah, riyadah, muhasabah dan mujahadah bagi jamaah yang fathonah tentunya, kata sang Kyai sambil tersenyum memandangi santri-santrinya yang tekun mendengarkan tausiyahnya. Masjid karomah yang dibaguskembangkan syiar dakwah ahlu sunnah wal jamaahnya bersama  bangunannya adalah silaturahim ibadah terindah bagi insan fathonah yang kuat landasan aqidahnya, kuat karakter fikroh dan ghirohnya untuk selalu berjihad memakmurkan rumah Allah.  Nanti kita lanjut lagi karena malam sudah larut.
***

Kamis, 19 April 2018

Menelusuri Jejak Sejarah Masjid


Saat ini sedang dilakukan penulisan jejak sejarah Masjid Jami' Al Amanah. Tim penulis yang berkoordinasi dengan Ketua PC NU dan LTM PC NU kota Semarang sudah mewawancarai beberapa saksi sejarah sembari menelusuri kembali dokumen-dokumen yang terkait dengan Masjid milik organsasi NU kota Semarang ini. Termasuk asset wakaf tanah yang ditelusuri karena disinyalir dipakai oleh orang lain secara turun temurun. Kita merencanakan menerbitkan sebuah buku sejarah Masjid agar bisa menjadi saksi sejarah kebenaran bagi anak cucu kita dan menjadikan Masjid ini sebagai cagar budaya dan bangunan bersejarah yang punya nilai karomah luar biasa. Insya Allah.

***

Rabu, 28 Maret 2018

Publikasi Informasi


Publikasi Informasi Untuk Jamaah yang dirahmati Allah :

1. Takmir Masjid Jami’ Al Amanah dan Majelis Taklim Al Amanah akan menyelenggarakan syiar dakwah Peringatan Isra’Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW pada hari Rabu malam ba’da Isya tanggal 4 April 2018.
2.   Takmir Masjid Jami’ Al Amanah akan menyelenggarakan syiar dakwah Pengajian keliling Ahad Pagi 1939 Kauman Semarang pada hari Ahad mulai jam 07.00 wib tanggal 8 April 2018.
3.   Takmir Masjid Jami’ Al Amanah akan menyelenggarakan syiar dakwah Pengajian Lailatul Ijtima’ dan Doa Arwah Jamak pada hari Senin malam ba’da Isya tanggal 30 April 2018 yang diawali dengan khataman Al Quran 30 Juz mulai Senin pagi.
4.    Untuk kenyamanan dan keamanan dalam pelaksanaan ibadah para jamaah, Takmir Masjid Jami’ Al Amanah telah dan sedang menyelesaikan pekerjaan :
-       Perbaikan Kocean MCK dan Wudhu Pria
-       Perbaikan MCK Wudhu Wanita
-       Perbaikan Instalasi Air dan Listrik Masjid
-       Perbaikan Genset
-       Pergantian 6 kamera CCTV di beberapa sudut Masjid dan halaman Masjid.
5.  Takmir Masjid Jami’ Al Amanah dan Majelis Taklim Al Amanah telah membuka Toko Sembako Al Amanah sebagai bagian dari syiar dakwah yang melayani penjualan Sembako dan lain-lain untuk jamaah dan warga dengan harga yang murah dan barokah.

Semua ini bisa terlaksana dengan izin Allah dan Infaq Sedekah dari para Jamaah sekalian.  Marilah kita amanah dan istiqomah dalam memakmurkan Masjid Allah yang bernilai sejarah ini. Semoga Allah memberikan kemudahan dalam setiap urusan kita dan kita semua selalu dalam pertolongan Allah, amin.

****

Minggu, 25 Maret 2018

Mengenal Al-Habib Hasan Bin Yahya (Syekh Kramat Jati)


Habib Hasan bin Thoha bin Yahya yang lebih terkenal dengan nama Syekh Kramat Jati, lahir di kota Inat (Hadramaut), dari pasangan Habib Thoha bin Yahya dengan Syarifah Aisyah binti Abdullah Al-Idrus. Beliau mendapat pendidikan langsung dari kedua orang tuanya sampai hafal Al Qur’an sebelum usia tujuh tahun. Kecerdasan dan kejernihan hati yang dimiliki, menjadikannya sebelum menginjak dewasa, telah banyak hafal kitab-kitab Hadist, Fiqh dan lain sebagainya. Disamping belajar ilmu Syariat, Habib Hasan juga belajar ilmu Thoriqoh dan Hakikat kepada para Ulama’ dan Auliya’ waktu itu.
Habib Hasan selalu mendapat ijazah dari setiap ilmu yang di dapatinya baik ijazah khusus maupun umum. Ilmu yang beliau miliki baik Syariat, Thoriqoh maupun Hakikat sangat luas. Maka tak heran bila fatwa-fatwa beliau banyak didengar oleh pembesar kerajaan waktu itu. Pada waktu muda, berdakwah dan mengajar ke Maroko dan sekitarnya, kemudian ke daerah Ethiopia, Somalia terus ke India dan Penang Malaysia. Dilanjut ke Indonesia guna meneruskan dakwahnya.
Beliau pertama kali masuk ke Palembang kemudian ke Banten. Pada saat tinggal di Banten, beliau diangkat oleh Sultan Rofiudin, atau Sultan Banten yang terakhir waktu itu menjadi Mufti Besar. Di Banten beliau bukan hanya mengajar dan berdakwah, tetapi juga bersama-sama dengan pejuang Banten dan Cirebon mengusir penjajah Belanda. Walaupun Sultan Rofi’udin telah ditangkap dan dibuang ke Surabaya oleh Belanda, tetapi Habib Hasan yang telah menyatukan kekuatan pasukan Banten dan Pasukan Cirebon tetap gigih mengadakan perlawanan.
Setelah itu beliau meneruskan dakwahnya lagi ke Pekalongan-Jawa Tengah dengan mendirikan Pesantren dan Masjid di desa Keputran. Pondok Pesantren itu terletak di pinggir sungai, dulu arah sungai mengalir dari arah selatan Kuripan mengalir ke tengah kota menikung sebelum tutupan Kereta Api. Tetapi dengan Karomah yang dimiliki Habib Hasan, aliran sungai itu dipindah ke barat yang keberadaanya seperti sampai sekarang.
Pengaruh Habib Hasan mulai dari Banten sampai Semarang memang sangat luar biasa, tidak mengherankan bila Belanda selalu mengincar dan mengawasinya. Dan pada tahun 1206 H/1785 M terjadilah sebuah pertempuran sengit di Pekalongan. Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki Habib Hasan dengan santri dan pasukannya, Belanda kewalahan. Tetapi sebelum meletusnya Perang Padri Pesantren Habib Hasan sempat dibumi hanguskan oleh Belanda.
Akhirnya Habib Hasan bersama pasukan dan santrinya mengungsi ke Kaliwungu, tinggal disuatu daerah yang sekarang di kenal dengan desa Kramat. Atas perjuangan, kearifan, serta keluasan ilmu yang terdengar oleh Sultan Hamengkubuwono ke II membuatnya menjadi kagum kepada Habib Hasan. Karena kekaguman tersebut akhirnya Habib Hasan diangkat menjadi menantu Sultan Hamengkubuwono ke II dan daerah yang ditempati mendapat perlindungannya.
Di Kaliwungu beliau tinggal bersama sahabatnya bernama Kyai Asy’ari seorang Ulama besar yang menjadi cikal bakal pendiri Pesantren di wilayah Kaliwungu (Kendal ), guna bahu membahu mensyiarkan Islam. Masa tua hingga wafatnya Habib Hasan tinggal di Semarang tepatnya di daerah Perdikan atau Jomblang yang merupakan pemberian dari Sultan HB II.
Thoriqoh yang dipegang oleh Habib Hasan adalah Thoriqoh Saadatul Alawiyyin (Alawiyyah). itulah yang diterapkan untuk mendidik keluarga dan anak muridnya, seperti membaca aurod Wirdul Latif, dan istiqhfar menjelang Maghrib. Setelah berjamaah maghrib dilanjutkan sholat sunah Rowatib, tadarus Al qur’an, membaca Rotib dari Rotibul Hadad, Rotibul Athos, Rotibul Idrus dan wirid Sadatil Bin Yahya serta Rotibnya. Terus berjamaah sholat Isya’ selanjutnya membaca aurad dan makan berjama’ah.
Diantara kebiasaan beliau yang tidak pernah ditinggalkan adalah berziarah kepada para Auliya’ atau orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Semasa beliau berdakwah dalam rangka meningkatkan umat dalam ketaqwan dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, pertama sangat menekankan pentingnya cinta kepada Baginda Nabi Muhammmad SAW. beserta keluarganya yang dijadikan pintu kecintaan kepada Allah SWT.
Kedua kecintaan kepada kedua orang tua dan guru, yang menjadi sebab untuk mengerti cara taqorub, taqwa dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Habib Hasan adalah seorang yang lemah lembut dan berakhlak mulia tetapi sangat keras dalam berpegang teguh kepada Syariatilah dan Sunah Rasul. Beliau tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadinya.
Banyak amal sirri (rahasia) yang dilakukan oleh beliau setiap malamnya. Sehabis Qiyamull Lail, Habib Hasan berkeliling membagikan beras, jagung dan juga uang kerumah-rumah Fuqor’o wal masakin, anak-anak yatim dan janda-janda tua. Beliau sangat menghargai generasi muda dan menghormati orang yang lebih dituakan.
Pada waktu hidup, beliau dikenal sebagai seorang yang ahli menghentikan segala perpecahan dan fitnah antar golongan dan suku. Sehingga cara adu domba yang dilakukan pihak penjajah tidak mampu menembusnya. Di samping sebagai Ulama’ besar juga menguasai beberapa bahasa dengan fasih dan benar.
Habib Hasan wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah Taman duku Lamper Kidul Semarang. Hingga saat ini, banyak peziarah yang yang datang berziarah, berdoa dan bertawassul dimakamnya. Rodliyallahu ‘anhu wanafa’ana bibarokaatihi waanwarihi wa’uluumihi fiddiini waddunya wal aakhiroh.
Haul Habib Hasan bin Toha bin Muhammad bin Yahya dilaksanakan sejak Rabu malam 28 Feb 2018 dgn khataman Al Quran. Kemudian pembacaan Dalailul Khoirot dan kirab Merah Putih dari makam Habib di Jl Duku Lamper Kidul menuju Balaikota. Sore Majelis Tahsin dan malam ba’da Isya Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama Maulana Al Habib M Luthfi Bin Ali bin Yahya, Pangdam Diponegoro, Kaolda Jateng, Walikota Semarang dan para Ulama, para Kyai dan Santri-Santri yang jumlahnya ribuan.

Pesannya adalah kita harus punya fikroh dan ghiroh untuk memuliakan para Ulama yang bersyiar agama dan perjuangannya menuju kemerdekaan bangsa. Masjid Jami’Al Amanah yang bersejarah dan dekat dengan makam Habib Hasan diyakini punya ikatan sejarah yang kuat dengan Habib Hasan dan murid-muridnya. Kalau ditarik garis lurus jarak masjid ini ke makam Habib hanya 400 m saja.  Wallahu a’lam.
****
(Takmir Masjid Al Amanah) / Dari Berbagai sumber


Publikasi Syiar



HADIRILAH SYIAR DAKWAH MASJID JAMI’  AL AMANAH

PENGAJIAN ISRA’ MI’RAJ NABI BESAR MUHAMMAD SAW
RABU MALAM BA’DA ISYA TANGGAL 4 APRIL 2018

PENGAJIAN AHAD PAGI 1939 KAUMAN SEMARANG
AHAD PAGI JAM 07.00 WIB TANGGAL 8 APRIL 2018