Masjid Jamik NU Al-Amanah yang berlokasi di Jl Jomblang Barat I Kel. Candi Kec. Candisari Semarang adalah salah satu Masjid bersejarah yang dimiliki masyarakat Semarang. NU Kota Semarang dideklarasikan tanggal 24 April 1926 oleh KH Ridwan Mujahid di Alun2 depan Masjid Kauman. Masjid Al Amanah ini dibangun para ulama NU Sept 1933 dan selesai Des 1933 sebagaimana data yang tertera pada prasasti di dinding depan Masjid. Pada awalnya Masjid ini juga menjadi Sekretariat NU kota Semarang.
Bismillahirrohmanirrohiim
Kamis, 21 April 2016
Kegiatan Syiar Dakwah Masjid Kita
Ahad pagi tanggal 10 April 2016 diadakan pengajian jamaah majelis taklim. Kali ini yang menjadi host adalah DPU DT kota Semarang dan Takmir Masjid menjediakan tempat syiarnya. Pengajian dan silaturrahim ini diikuti ratusan jamaah ibu-ibu untuk menguatkan persaudaraan antar sesama majels taklim yang dibina DPU DT. Acara yang berlangsung sampai sore ini juga diisi dengan pemeriksaan mata gratis dan program pemberdayaan ekonomi majelis taklim dari DPU DT.
Sabtu malam ba'da Isya tanggal 16 April 2016 Takmir Masjid Al Amanah melaksanakan dua kegiatan syiar berupa peresmian berfungsinya menara azan yang telah dibangun selama dua bulan ini, dan milad Majelis Hadrah Masjid Jamik Al Amanah. Dua kegiatan yang disatukan ini dirangkai dalam lantunan sholawat yang bergema syahdu. Majelis Hadrah Al Amanah terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok anak-anak dan kelompok ibu-ibu dibawah pembinaan ustad Nasir. Kegiatan ini tentu memberikan syiar dakwah yang bagus bagi Masjid bersejarah ini untuk menggemakan kekuatan nur islam sebagaimana yang didambakan ulama pendiri masjid ini tahun 1933 yang lalu.
Ahad pagi tanggal 17 April 2016 diselenggarakan pengajian Ahad Pagi yang diisi dengan jamaah Pengajian Ahad Pagi 1939 kota Semarang yang berjumlah ratusan jamaah. Kegiatan ini diawali dengan hafalan Quran 1 Juz, fiqih makrifat oleh KH Muhammad Abdul Mun'im, kajian tafsir Quran oleh ustad Muhammad Ashabul Yamin Spd, tahlil dan doa oleh ustad Mustaqim AH. Yang menarik adalah Takmir Masjid menampilkan group Hadrah anak-anak untuk ikut menyemarakkan acara dakwah ini dan mendapat sambutan baik dari para jamaah. Kegiatan ini berlangsung sampai pukul 09.30 WIB dan jamaah yang rata-rata sudah sepuh itu meninggalkan Masjid dengan bingkisan snack yang disediakan Takmir Masjid. Barakallah.
****
Kamis, 14 April 2016
Para Kyai NU Yang Ikut Menyemarakkan Syiar Di Masjid Sejarah Ini
- KH Soddiq Hamzah
- KH Baidowi
- KH Muhammad Irsyad
- KH Muhammad Abdul Muim
- KH Thohir Naim
- KH Asrori
- KH Drs. Anasom MHum
- KH Drs Subkhan Mpd
- KH Nur Siroj SAg
- KH Hardi Thohir SAg
- KH Muhammad Margono
- KH Abdul Khobir
- KH Imam Mursyid
- KH Ali Faza
- KH Rochmad
- KH Solikhin SQ
- KH Fakhruddin
Disiapkan Jauh-Jauh Hari
PANITIA
RAMADHAN 1437H MASJID JAMIK NU AL AMANAH
PENASEHAT : KH MOCH
IRSYAD KH
ASRORI
KH HARDI
THOHIR Sag SARPANI
KH THOHIR NAIM HJ S.MULYONO
KH ABDUL KHOBIR HJ MASHUDI
KETUA : IDHAM CHOLIS
SEKRETARIS : MUHAMMAD
SOLIKHIN
BENDAHARA : SULISTIYA NINGRUM
KOORD TARAWIH :
H.JAGARIN PANE
ANGGOTA :
IDHAM CHOLIS, SUGIYONO
KOORD TADARUS : IDHAM
CHOLIS
ANGGOTA :
SUGIYONO
KOORD TA’JIL : WIWIN IDHAM CHOLIS
ANGGOTA :
SULISTYANINGRUM, PANGGAH SATRIYO ADHI, HJ MUALIMAH
ASMINI, SRI SUGIARTI, SRI ULFAH SUGIYONO, YATINI
ANI SISWANTI, UNIK HIDAYAH, SITI ROHANI,
AHMAD ARISMANTO
KOORD ZAKAT FITRAH : MUHAMMAD
SOLIKHIN
ANGGOTA :
NASIR, SUGIYONO, IDHAM CHOLIS, PANGGAH SATRIYO ADHI
SUNARYONO, AHMAD ARISMANTO, SYAIFUL, HERU
GUTOWO
KOORD SHOLAT ID : H.JAGARIN PANE
ANGGOTA :
IDHAM CHOLIS
KOORD PERLENGKAPAN : AHMAD
ARISMANTO
ANGGOTA SUGIYONO, HERU GUTOWO
KOORD KEAMANAN : HERU GUTOWO
ANGGOTA : MOCH. SOLIKHIN
IMAM SHOLAT TARAWIH : H. JAGARIN PANE SE MM IDHAM CHOLIS
KH. HARDI THOHIR S.Ag SUGIYONO
KH. THOHIR NA’IM SOLIKHIN SQ
SOLIKHIN SAg KH
ABDUL KHOBIR
MOCH TA’YIN MUZAMMIL
Semarang, 15 Apr 2016
KETUA TAKMIR MASJID JAMIK AL AMANAH
Selasa, 23 Februari 2016
PKP NU Kota Semarang
PC NU kota Semarang melaksanakan program bangun karakter
untuk kadernya yaitu pendidikan kader penggerak NU (PKPNU) di Balai Diklat
Kemenag Srondol Semarang tanggal 12 sd 14 Februari 2016. Banyaknya pengurus dan
ulama NU yang menghadiri acara ini memberikan makna pentingnya program
pendidikan kader NU. Dari PC NU ada Ketua Tanfidziyah, wakil ketua, sekretaris
dan wakil sekretaris. Demikian juga perwakilan dari MWC, Muslimat, Fatayat,
Anshor, PMII, IPNU, IPPNU ikut dalam program ini.
Berbagai sambutan dalam seremoni acara pembukaan menjadi
catatan bagi para peserta betapa kondisi saat ini mengharuskan kita sebagai
kader NU untuk bisa tampil membela nilai-nilai aswaja sekaligus pembela NKRI
dan Pancasila. NU dalam pergerakannya selalu mengacu pada nilai-nilai keagamaan
dan kebangsaan. Ajaran tawazun,
tasammuh, tabayyun dan taaddul harus selalu diaplikasikan secara nyata dalam pluralitas
kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Intisari pesan disampaikan KH Soddiq Hamzah
Rois Syuriah PC NU, KH Ubaidillah Shodaqoh Rois Syuriah PW NU Jateng, KH Mun’im
DZ dari PBNU. Termasuk arahan dari Kodim Semarang yang juga sebagai instruktur
pelatihan.
Acara pendidikan bangun karakter ini berlangsung 3 hari
dengan jadwal yang sangat padat. Praktis
selama tiga hari itu peserta hanya istirahat 2 jam sehari karena sesi acara
berakhir tepat jam 24.00 wib lalu dimulai lagi pukul 02.00 wib untuk qiyamul
lail dan mujahadah, dilanjut sholat subuh berjamaah, senam pagi, jalan sehat, baris
berbaris, dan berbagai materi pendidikan.
***
Jumat, 05 Februari 2016
Syukuran Harlah NU dan Pembangunan Menara Azan Masjid
Kamis malam
tanggal 4 Februari 2016 berkumpul majelis Takmir dan Muslimat NU ranting Candi
di kantor sekretariat Ketakmiran Masjid Jamik Al Amanah dalam suasana
silaturrahmi syukuran tumpengan Harlah NU ke 90 yang jatuh tanggal 31 Januari yang lalu.
Tentu yang namanya syukuran maka sajian tahlil dan doa dilantunkan kepada Gusti
Allah atas semua karunia yang telah dilimpahkanNya, perjalanan organisasi
nahdliyin, organisasi ulama, organisasi kyai yang telah mencapai usia 90 tahun.
Maka tahlil yang
dipimpin ustad Idham Cholis dan doa syukuran oleh ustad Nasir adalah bagian
dari suasana silaturrahmi yang insyaAllah diberkahi. Demikian juga sambutan
yang disampaikan Ketua Takmir yang juga Ketua NU Ranting Candi bahwa Masjid
yang kita urus adalah rumah Allah, kita baguskan rumahnya termasuk
melengkapinya dengan menara azan yang sudah dimulai proses pembangunannya.
Semoga Allah meridhoinya sekaligus mempermudah setiap urusan kita dan kita
semua dalam perlindungan Allah. Masjid Jamik Al Amanah adalah masjid bersejarah
yang dibangun para ulama NU tahun 1933 dan diyakini sebagai tempat kelahiran NU
kota Semarang.
Khusus untuk
pembangunan menara azan maka setelah sholat Jumat tanggal 5 Februari 2016
dilakukan doa bersama dipimpin oleh Ustad H. Hardi Thohir S.Ag selaku ketua
Tanfidziyah NU Candisari Semarang yang juga Khatib pada sholat Jumat di Masjid
ini. Dilanjut dengan pemotongan tumpeng oleh ketua Takmir dan diserahkan kepada
sesepuh lingkungan Sarpani BBa yang juga pengurus Masjid. Makan bersama siang Jumat kliwon di serambi Masjid
menjadi jamuan yang mengenyangkan dan menyenangkan. Barakallah senantiasa.
****
Minggu, 31 Januari 2016
Syukuran Harlah NU Ke 90
Sabtu malam ba’da
Isya tanggal 30 Januari 2016 berlangsung khidmat syukuran perjalanan tahun syamsiah
ke 90 organisasi NU di kantor PC NU Kota Semarang di kawasan Puspogiwang. Diawali dengan pembacaan manakib oleh Rois
Syuriah PC NU KH Shodiq Hamzah dilanjut dengan sambutan Ketua Tanfidziyah NU
kota Semarang Drs H. Anasom M.Hum dan Walikota Semarang H. Hendrar Prihadi SE
MM. Keduanya menyampaikan rangkaian kalimat arahan dengan suasana santai dan
teduh, ciri khas nahdliyin.
Meski begitu H.
Anasom memberi pesan jelas kepada para pengurus NU dan nahdliyin yang memenuhi
ruangan aula kantor lantai bawah, bahwa organisasi santun ini harus mampu
menghidupkan jamaah tahlil, yasin (tahsin) di setiap RT. “Tugas setiap kita di
lingkungan masing-masing adalah menjadi benteng dari pengaruh paham keagamaan
sesat dan radikal dengan menghidupkan jamaah tahsin”, ujarnya.
Sementara
walikota terpilih Hendrar Prihadi lebih menekankan pada eksistensi perjalanan
NU yang usianya lebih tua dari NKRI. “Sebagai organisasi besar yang lahir
sebelum kemerdekaan Indonesia, perjalanan organisasi ini diharapkan tidak
terjebak dalam politik praktis karena sesungguhnya NU adalah organisasi pilar
perekat NKRI”.
Acara sederhana
yang khidmat ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh KH Shodiq Hamzah dan
diserahkan kepada Walikota Semarang kemudian dilanjut dengan kebersamaan
menikmati hidangan makan malam dari beberapa tumpeng yang telah
disediakan. Barakallah senantiasa.
****
Langganan:
Postingan (Atom)












