Takmir Masjid Jamik Al Amanah sedang merencanakan untuk membuat menara azan sebagai bagian dari syiar, utamanya panggilan sholat kepada muslimin muslimat di sekitar Masjid. Seperti kita ketahui bahwa disekitar Masjid telah berdiri bangunan-bangunan bertingkat berupa Ruko, Apartemen, Hotel dan Pusat Perbelanjaan. Letak Masjid di tengah kehidupan masyarakat kota yang modern ini tentu harus diimbangi dengan kekuatan dakwah ahlu sunnah wal jamaah yang setara termasuk adanya menara azan agar kumandang azan dan syiar dakwah bisa menyapa dengan radius yang lebih jauh dan mampu menembus tembok metropolis yang diwakili oleh bangunan bertingkat nan tinggi itu. Semoga niat baik ini diridhoi Allah SWT dan membukakan mata hati kita untuk mampu melaksanakan pembangunannya dengan bimbingan Allah SWT, amien.
Masjid Jamik NU Al-Amanah yang berlokasi di Jl Jomblang Barat I Kel. Candi Kec. Candisari Semarang adalah salah satu Masjid bersejarah yang dimiliki masyarakat Semarang. NU Kota Semarang dideklarasikan tanggal 24 April 1926 oleh KH Ridwan Mujahid di Alun2 depan Masjid Kauman. Masjid Al Amanah ini dibangun para ulama NU Sept 1933 dan selesai Des 1933 sebagaimana data yang tertera pada prasasti di dinding depan Masjid. Pada awalnya Masjid ini juga menjadi Sekretariat NU kota Semarang.
Bismillahirrohmanirrohiim
Sabtu, 28 Februari 2015
Senin, 23 Februari 2015
Gus Mus Sebut Dua Tantangan NU Saat ini
Pejabat Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri mengatakan, saat ini NU sebagai
jam’iyyah (organisasi) belum bisa berjalan optimal dan masih sebatas kumpulan,
komunitas atau jama’ah.“NU itu wadahnya jam’iyyah modern,
tapi isinya jama’ah tradisional,” katanya pada taushiyah di Gedung PCNU, Jalan
Pemuda No.51 Jepara, Sabtu (21/2). Untuk itu, lanjut Gus Mus,
diperlukan kajian dan langkah yang serius untuk memadukan kekuatan jama’ah dan
kesadaran jam’iyyah di kalangan warga NU. Gus Mus menyebut itu tantangan
internal.
Menurut Gus Mus, tantangan
internal tersebut kelihatannya sederhana, tapi sangat penting agar NU tidak
diobok-obok oleh kekuatan yang ingin memecah-belah kekuatan NU,
menghadap-hadapkan kiai dan santri, kalangan tua dan muda dengan isu Islam
syariah dan Islam liberal, isu Syiah-Sunni dan sebagainya. Hal itu terjadi
karena hingga saat ini NU belum kuat. Padahal jika jam’iyyah NU kuat,
menurut Pengasuh Pesantren Raudlatul Thalibin Rembang Rembang ini, maka NU
tidak perlu galau karena 60 juta warga NU akan mematuhi aturan organisasi
secara baik.
Tantangan NU yang kedua, lanjut
dia, adalah tantangan yang bersifat internasional karena muncul organisasi
Islam yang justru mencemarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Mereka
memekikkan takbir malah melakukan pemboman. Mereka membawa bendera bertuliskan
laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah, tapi membakar dan membunuh orang.
Sehingga semakin banyak orang di eropa dan amerika yang anti-islam (islamophobia). Karena itu, menurut dia, tugas
para pengurus NU makin berat. Tantangan internal dan internasional mengharuskan
warga nahdliyyin harus waspada. Gerakan memecah-belah Indonesia dilakukan
dengan cara membenturkan antar warga NU karena NU adalah organisasi sosial
keagamaan yang paling istiqomah dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI.
Perlu didirikan pusat kajian ke-NU-an
Pada kesempatan yang dihadiri 500 Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting se-Kabupaten Jepara, Gus Mus meminta agar pemikiran, pemahaman dan amaliah warga NU dikaji secara ilmiah sebagai dasar pijakan pengembangan potensi warga NU. “Saya merasa perlu didirikan pusat kajian ke-NU-an di Jepara karena sejak ayah saya dulu sampai saya jadi Plt Rais Aam sekarang, ke-NU-an orang Jepara sangat kental dan tidak diragukan lagi,” tutur kiai yang akrab disapa Gus Mus ini.
Menurut Gus Mus, di Jepara mulai
bintang film sampai bupatinya adalah NU. Dulu tiap podium pengajian selalu ada
lambang NU. Hampir tiap desa ada lailatul ijtima’.“Bahkan orang Jepara sampai gelut
gara-gara rebutan pengakuan sebagai orang NU,” katanya. Yang tak kalah penting,
lanjut dia, adalah berdirinya Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di
Jepara. Ia melanjutkan, pemikiran dan
pemahaman terhadap ajaran Islam ala NU sangat penting, tidak hanya di Indonesia
tapi juga dunia. Para pengamat NU seperti Martin Van Bruinessen, Andree
Feillard, dan Mitsuo Nakamura merasa heran karena NU tidak ada matinya.
(Sumber : NU_Online)
Minggu, 08 Februari 2015
Harlah NU di Masjid Al Mujahidin
Ahad siang tanggal 8 Februari 2015 di Masjid Al Mujahidin Srondol Semarang ada hajatan akbar yaitu pengajian akbar dalam rangka memperingati Harlah NU ke 89. Maka berduyun-duyunlah jamaah sarungan ciri khas Nahdliyin menuju Masjid besar dipinggir jalan utama jalur Semarang Ungaran ini. Pengurus NU se kota Semarang hadir, antara lain Drs. H. Anasom Mhum sebagai Ketua Tanfidziyah, KH Soddiq Hamzah sebagai Rois, Pengurus Lajnah, MWC, Banom dan Ranting NU se kota Semarang.
Pembicara utama KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) menjadi daya tarik utama semaraknya perayaan Harlah NU di Masjid ini. SDM NU yang masih berusia muda ini memberikan tausiyah dengan gaya orasi yang menggema bicara tentang sejarah NU, tentang semangat kebangsaan, tentang NKRI harga mati, tentang ketentraman umat Islam di negeri ini, semua tidak terlepas dari peran para Kyai, peran Wali Songo dan gaya dakwah yang santun.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjut dengan Tahlilan, beberapa sambutan, Tilawah Quran dan diakhiri dengan tausiyah Gus Yusuf yang mampu menggetarkan bathin jamaah. Memang kaum Nahdliyin sebagai ummat mayoritas perlu digetarkan dengan semangat kebangsaan, semangat dakwah yang santun agar lebih percaya diri dengan bingkai jalan ahlu sunnah wal jamaah, sekaligus tetap tegar menghadapi segala tantangan dan fitnah yang kerap dilontarkan oleh mereka yang merasa paling benar.
***
Muhasabah Diri
Agama seringkali kita
terima sebagai sebuah "warisan" atau "turunan" dari orang
tua kita semata. Ia adalah sesuatu yang "given" atau seakan ada
dengan sendirinya. Seringkali menganggapnya sebagai sesuatu yang yang harus
diikuti karena yang berasal dari orangtua tentulah baik dan benar serta telah
bersifat final.
Agama yang telah kita
imani selama ini memang seringkali kita anggap sebagai sesuatu yang
"abstrak" yang hanya digunakan sebagai pembatas antara yang baik dan
yang buruk, yang boleh dan yang tidak boleh. Banyak orang beranggapan bahwa setiap
agama, apapun namanya, pasti akan berpengaruh positif terhadap kehidupan mereka
di akherat kelak karena semuanya sama2 mengerjakan nilai2 kebaikan dan
kebenaran. Berbeda agama tetapi pada hakekatnya bermuara dijalan yang sama,
yaitu jalan menuju Tuhan.
Orangpun seringkali
berpendapat bahwa kita sebagai manusia tidak mempunyai hak atau kewenangan
untuk memvonis apakah ajaran sebuah agama itu menyesatkan pemeluknya atau
tidak. Alasannya, hal itu hanya Tuhan sajalah yang tahu. Sesat tidak sesat
adalah sepenuhnya domain Tuhan semata, bukan wilayah pemikiran manusia. Itulah sebabnya,
jarang sekali orang yang memikirkan tentang kebenaran dari sebuah agama secara
kritis dan dengan hati yang jernih dan lapang pula.
Betul, sesat tidak
sesat memang sepenuhnya wewenang Tuhan sebagai Zat Yang Maha menentukan
segalanya. Hanya saja, jangan pula dilupakan bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih
telah menurunkan petunjuk-Nya kepada manusia agar manusia mampu mengenali mana
jalan yang benar yang dirahmati-Nya dan mana jalan yang sesat yang
dimurkai-Nya.Lalu, Kenapa saya
harus memilih Islam sebagai agama yang benar? Kenapa saya tidak memilih agama
lain, memeluk agama Kristen, Budha, Hindu dll. Jawabannya mudah, Tuhanku telah
memberikan petunjuk yang jelas. Dia sendiri juga yang memberi tahu nama Tuhan
saya, yaitu ALLAH dan memberi tahu Agama yang benar buat saya, yaitu ISLAM.
Kata TUHANKU ....
Sesungguhnya Aku ini
adalah ALLAH, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. @ Thaha (20) ayat 14
Sesungguhnya Tuhanmu
hanyalah ALLAH, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi
segala sesuatu". @ Thaha (20) ayat 98
Kata TUHANKU ...
Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu AGAMAMU, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan
telah Ku-ridhai ISLAM itu jadi AGAMA bagimu. @ Al Maidah (5) ayat 3.
Barangsiapa mencari
AGAMA selain agama ISLAM, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. @ Ali Imran (3)
ayat 85.
Sesungguhnya AGAMA
(yang diridhai) disisi Allah hanyalah ISLAM. Tiada berselisih orang-orang yang
telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena
kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. @ Ali Imran (3)
ayat 19.
Terus, bagaimana
sikap saya kalau ada yang mengatakan agama mereka ( Kristen dan Yahudi) mengaku
juga benar?
Kata TUHANKU :
Dan mereka (Yahudi
dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang
(yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka
yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu
adalah orang yang benar. @ Al-Baqarah (2) ayat 111
Lalu, Bagaimana sikap
saya terhadap pemeluk agama lain? Mereka kan tidak tahu? Apakah saya wajib /
harus menyampaikan ( dakwah) kebenaran Islam?
Kata TUHANKU :
Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhan-mu ( Islam) dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. @ An Nahl (16) ayat 125
Lalu bagaimana sikap
saya kepada mereka apabila tetap menolak kebenaran Islam?
Katakanlah: Hai
orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu
bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah
apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang
aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. @ Al-Kafirun (109) ayat
1-6
Lalu Bagaimana kalau
ada orang Islam berpindah agama ( murtad )?
Kata TUHANKU ....
Barangsiapa yang
kafir kepada Allâh sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali
orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan (dia
tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran,
maka kemurkaan Allâh menimpanya dan baginya adzab yang besar. @ An-Nahl (16) :
106
Barangsiapa diantara
kalian yang murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka
itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah
penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. @ Al Baqarah (2) ayat 217
Bagaimana saya bisa
yakin bahwa Al Quran itu adalah Firman Tuhan dan kitab suci yang benar ?
Kata TUHANKU ...
Kitab (Al Quran) ini
tidak ada KERAGUAN padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. @ Al Baqarah
(2) ayat 2
Dia menurunkan Al
Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah
diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. @ Ali Imran (3) ayat 3
Ini adalah sebuah
kitab (Al Quran) yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di
dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada
orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. @ Al A'raf
(7) ayat 2
Segala puji bagi
Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak
mengadakan kebengkokan di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus, untuk
memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita
gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa
mereka akan mendapat pembalasan yang baik. @ Al Kahfi (18) ayat 1-2
Jelaslah,
Kalau sudah ada pernyataan seperti ini dalam Al Qur'an, bagaimana mungkin saya bisa berpaling kepada Tuhan yang lain atau berpindah agama. Dan bagaimana bisa, saya boleh mengatakan bahwa semua agama diluar Islam itu adalah benar.
Kalau sudah ada pernyataan seperti ini dalam Al Qur'an, bagaimana mungkin saya bisa berpaling kepada Tuhan yang lain atau berpindah agama. Dan bagaimana bisa, saya boleh mengatakan bahwa semua agama diluar Islam itu adalah benar.
Akhirnya semua
berpaling kepada diri kita masing-masing. Apapun yang kita putuskan tentunya
adalah kebaikan diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Jalan mana kita
pilih, kita sendiri yang akan menanggung segala konsekuensinya, bukan orang
lain. Oleh karena itu, tentunya kita juga harus menghargai jalan yang dipilih
oleh orang lain, meskipun hal itu nyata-nyata berseberangan dengan jalan kita.
Perbedaan agama sama sekali bukan merupakan halangan bagi kita untuk mencintai
dan menghargai sesama.
Kebesaran jiwa dan
kelapangan dada kita akan ditentukan dari seberapa besar kita mampu menerima
perbedaan2 yang terjadi di dalam hidup kita, bukan ditentukan dari kemampuan
kita dalam memaksakan kehendak. Manusia hanya merencanakan dan mengusahakannya,
tetapi ALLAH SWT yang menetapkan nasib atau takdir pada diri setiap manusia.
"Ya Tuhanku,
janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau
memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi
Engkau. Karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi ( karunia ) @ Ali Imran (3)
ayat 8
Segala puji bagi Allah Yang Maha Sempurna dan Shalawat atas Rasul-Nya yang mulia, Sayyidina Muhammad SAW.
***
Semarak Harlah NU ke 89 di Masjid Jamik Al Amanah tgl 31 Jan 2015
Sabtu malam gerimis tanggal 31 Januari 2015 dilangsungkan
peringatan Harlah NU ke 89. Tempatnya di masjid NU yang bersejarah, Masjid
Jamik Al Amanah mempertemukan Umaro dan Ulama bersama jamaah yang melimpah. Ada
Walikota Semarang H.Hendrar Prihadi SE MM, ada anggota DPRD, ada KH Soddiq
Hamzah selaku Rois NU Semarang bersama Drs.H.Anasom Mhum selaku Ketua
Tanfidziyah, unsur Banom, Fatayat dan Muslimat NU, santri TPQ Al Amanah serta jamaah
Nahdliyin dengan kawalan 30 anggota Banser.
After sholat Isya berjamaah dengan Imam KH Soddiq Hamzah,
kehormatan diberikan kepada Walikota untuk memberikan sambutan pertama,
kemudian Rois KH Soddiq Hamzah mengaduk-aduk tumpengan lalu memberikan tumpeng kepada Walikota
seterusnya Walikota memberikan kepada H. Anasom sebagai ketua Tanfidziyah. Ini adalah simbol betapa dekat dan akrabnya
Ulama dan Umaro dalam mengemban tugas masing-masing yang berbeda.
Tema refleksi Harlah yang diinisiasi ketua Takmir Masjid
Jamik Al Amanah sekaligus Ketua NU ranting Candi H. Jagarin Pane SE MM adalah
“Memastikan NU Sebagai Pilar Utama Nasionalis Religi Rahmatan Lil Alamin”.
Sementara di penghujung acara Rois NU Semarang yang juga pimpinan Ponpes dan
KBIH Assodiqiyah memberikan Mauidoh Khasanah dengan gayanya yang khas dan
santai bersama KH Baidowi, Rois MWC Semarang Barat.
Bersilaturrahimnya Umaro kota Semarang baik dari
eksekutif dan legislatif dalam Harlah kali ini bersama para ulama NU kota
Semarang semoga dapat memberikan nilai Amanah, Istiqomah dan Barokah untuk
kemashlahatan ummat. Istimewanya adalah tempat silaturrahim itu adalah sebuah
Masjid bersejarah yang dibangun tahun 1933, tentu maknanya akan memberikan
gempita dakwah yang luar biasa. Barakallah.
***
Langganan:
Komentar (Atom)











